Mengenal Masker 3M Sebagai Pelindung Pernafasan Paling Efektif

Sejak pandemi Corona mewabah ke seluruh negeri, pemerintah menetapkan warga agar memakai masker. Tujuannya untuk mengantisipasi penularan virus Covid 19, dan mencegah bertambahnya pasien positif. Penggunaan masker akan menurunkan bahaya virus dalam udara, agar tidak terhirup oleh saluran pernafasan. Pilih masker yang sesuai dengan anjuran medis untuk memproteksi diri. Jenis masker 3m punya banyak manfaat untuk kesehatan.

Pilih Makser Sesuai Aturan Kesehatan
Pemerintah telah memberlakukan protokol kesehatan untuk mengurangi penularan Covid 19. Seluruh masyarakat wajib menggunakan masker saat bepergian keluar rumah. Selain itu harus mencuci tangan setelah terkontaminasi udara di jalanan. Mengingat penularan Covid 19 bisa berasal dari udara bebas di tengah kerumunan. Jadi sebagai langkah proteksi, semua lapisan masyarakat dihimbau untuk menaati protokol kesehatan.

Penggunaan masker sebenarnya sudah disarankan oleh ahli kesehatan, sebelum adanya Corona. Dikarenakan polutan udara sudah tidak steril lagi dan bercampur dengan beragam zat berbahaya. Maka dari itu masyarakat disarankan untuk memakai masker, terutama pekerjaan yang berkutat di jalan. Masker akan mengurangi potensi polutan jahat terhirup dan mengendap di paru-paru. Jenis masker 3M bisa digunakan untuk menyaring berbagai zat berbahaya.

Masker tersebut mempunyai respirators model N-95, yang didesain anti virus dan anti debu. Ia menyaring 95 persen partikel mikron dan debu halus yang membahayakan saluran pernafasan. Tipe masker ini merupakan standar dalam dunia kesehatan, yang biasa digunakan oleh petugas kesehatan. Masker sangat berguna untuk menangkal virus mematikan yang bisa terhirup oleh pernafasan.
Masker sudah teruji secara klinis dalam mengatasi kasus MERS, flu burung, flu babi, hingga virus HIV. Selain itu masker mampu menyaring partikel berukuran mikron, untuk mengurangi masuknya polusi udara. Bisa dibilang masker bermanfaat untuk mengamankan saluran pernafasan, dan mencegah terjadinya kanker paru-paru lebih cepat. Bahkan bahan masker 3M berasal dari kandungan steril, dan diproses sesuai aturan kesehatan.

Terdapat lapisan Carbon Active yang dapat melindungi pernafasan dari partikel besar. Masker mempunyai keunggulan filterasi terbaik dibandingkan masker biasa, jadi bisa melindungi hidung dari debu dan asap rokok. Tidak perlu khawatir lagi jika bepergian ke area yang berdebu dan bau asap kendaraan. Masker terbilang aman dipakai oleh penderita asma karena bisa menyaring polutan jahat.
Selain itu dada tidak terasa menyesakkan karena menghirup bau minyak tanah atau bensin. Hal disebabkan oleh masker punya unsur karbon, yang mampu memfilter bau tidak sedap dan membuat kepala pusing. Berkat fitur unggulan yang dimiliki, jadi tidak heran jika masker ini telah memperoleh rekomendasi oleh NIOSH dan CDC. Hasilnya terverifikasi bahwa masker ini terbukti aman dan bisa melindungi kesehatan para penggunanya.

Penggunaan masker 3M tidak boleh sembarangan karena mempunyai daya rapat yang rekat. Mungkin bagi sebagian orang merasa tidak nyaman karena membuatnya sulit bernafas. Ada cara menggunakan masker agar fungsinya bekerja dengan efektif, yaitu menggantinya setiap 8 jam. Pastikan tidak ada celah sedkit terbuka dalam masker, agar virus atau partikel debu tidak mudah masuk.

Masker menjadi alat pelindung untuk manangkal masuknya zat berbahaya ke dalam tubuh. Perlu anda tahu bahwa zat jahat yang terhirup akan menyebabkan sumbatan di saluran pernafasan. Jika dibiarkan terus menerus justru akan merusak organ paru-paru, yang berpotensi terjadi berbagai kelainan. Maka dari itu para medis menghimbau untuk memakai masker saat di luar rumah. Agar virus dan debu bisa tersaring sebelum masuk ke tubuh.

Postingan terkait: